Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Februari 2012

RE Nainggolan Paling Pas


Prediksi Sosok untuk Wagubsu pada Pilgubsu 2013

Sumut Pos-Sabtu, 28 Januari 2012

MEDAN-Sudah cukup banyak nama yang diprediksi menjadi orang satu di Sumatera Utara pada Pilgubsu 2013. Namun, siapakah yang pas untuk orang nomor dua alias wakil gubernur? Suara yang berkembang di masyarakat mengarah ke satu nama: RE Nainggolan.

Setidaknya hal ini diungkapkan Pengamat politik, Drs Nuzirwan Lubis MSP. Menurutnya, sosok RE Nainggolan sudah sangat dikenal di kalangan Birokrat karena mengawali karir dari jajaran terendah hingga tingkat tertinggi di Sumut. Bahkan dari sisi kemampuan mampu mentralisir suhu kekuatan. Hal ini terbukti saat masa kepemimpinan Rudolf M Pardede diterpa isu besar, begitu juga hingga ke periode berikutnya pasangan Syampurno. “Hanya saja untuk maju Sumut satu agak susah, namun bila Sumut dua bisa jadi banyak partai yang akan mengusung RE Nainggolan,” ucapnya, Kamis (26/1). “Bahkan, siapapun yang dipasangkan dengan RE Nainggolan, bisa menonjol dan mendulang suara besar,” tambahnya.

Hanya saja, dia memaparkan, kondisi yang sama bisa menurunkan sedikit posisi perolehan suara jika ada saingan pasangan calon dari latar belakang etnis dan agama yang sama. Meski begitu, bila dibandingkan RE Nainggolan dengan Parlindungan Purba, justru jumlah suaranya jauh lebih banyak RE Nainggolan. “RE Nainggolan memiliki nilai jual sangat tinggi, dibandingkan dengan Parlindungan Purba,” ujarnya.

Bupati Nias Selatan Mau Jadi Gubernur

Terlepas dari itu, ada kabar menarik soal jelang Pilgubsu. Masih setahun lagi penyelenggaraanya, ternyata sudah ada sosok yang berani buka-bukaan untuk ikut maju. Ya, sosok Bupati Nias Selatan (Nisel), Idealisman Dachi menjadi satu-satunya tokoh yang berani secara terang-terangan, menyatakan dirinya akan maju pada Pilgubsu 2013 mendatang.”Iya, saya akan maju pada Pilgubsu nanti,” akunya, kemarin.

Menurutnya, keinginanya maju berdasarkan hitung-hitungan matematis dari jumlah etnis Nias baik di Pulau Nias maupun yang tersebar di berbagai daerah di Sumut. “Hitung-hitungannya, suku Nias ada di berbagai daerah selain di Nias sendiri relatif memiliki kontribusi,” jelasnya.

Idealisman Dachi menegaskan, sejauh ini seusai dirinya memastikan akan maju pada Pilgubsu 2013 mendatang, kemudian akan melanjutkan pada proses lobi-lobi ke partai-partai politik. Lobi-lobi yang dilakukan secara menyeluruh, tidak tertutup kemungkinan untuk menggunakan perahu partai-partai kecil, terlebih untuk partai-partai besar. “Bukan masalah utama, partai apa nantinya. Sebisanya, maju melalui kendaraan partai. Lobi-lobi terus dilakukan. Politik ini kan terus berubah-ubah. Nanti di akhir-akhir baru akan diketahui. Kalau seandainya nanti tidak ada kesepakatan dengan partai politik kita akan maju dari calon perseorangan,” tegasnya.

Pernyataan ini langsung direspon Nuzirwan Lubis. Menurutnya, apa yang diungkapkan Dachi tak lebih sekadar mencari perhatian. Pasalnya, ajang Pilgubsu bukan kegiatan yang mengada-ngada. Menurut dia, apapun yang dilakukannya saat ini oleh sejumlah tokoh menjadi perhatian masyarakat, terlebih-lebih menjadi masuk di media massa cetak.

“Jadi jangan mengada-ngada untuk maju, bila ada keinginan lebih baik lihat dulu tingkat populeritasnya karena ajang Pilgubsu bukan ajang yang mengada-ngada,” tegasnya.

Dia mengaku mendengar Idealisman Dachi akan maju sebagai calon Gubsu periode mendatang. Baginya, hal tersebut merupakan tindakan yang ngawur. “Untuk mendulang suara di Pulau Nias saja belum secara keseluruhan, konon lagi untuk mendapatkan suara di Pantai Timur atau Pantai Barat secara keseluruhan,” sebutnya.

Nuzirwan menambahkan, sosok Idealisman Dachi masih kalah bila dibandingkan dengan popularitas mantan Bupati Nias, Binahati Benedictus Baeha. Sehingga mustahil bila Idealisman maju sebagai Cagubsu. “Jadi ada hal yang sia-sia nantinya,” sebutnya.

Sementara itu, Turunan B Gulo, salah seorang Komisioner KPU Sumut menjelaskan kalau pihaknya sudah menetapkan tahapan-tahapan Pilgubsu 2013 mendatang. Dan, hal itu telah diserahkan ke Plt Gubsu, pimpinan dewan serta pimpinan partai politik, kemarin.

Itu dilakukan, agar semua pihak yang terlibat tersebut, segera mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan pada prosesi menjelang agar sudah selesai pada waktunya.

Diuraikannya, beberapa tahapan Pilgubsu 2013 mendatang antara lain, menetapkan pada tanggal 7 Maret 2013 untuk pemilihan putaran pertama dan tanggal 1 Mei 2013 untuk pemilihan putaran kedua (lainnya lihat grafis). “Kenapa dipersiapkan pemilihan untuk dua putaran. Karena KPU mengantisipasi calon yang akan maju pada Pilgubsu 2013 ini, lebih banyak dari 2008 lalu yang berjumlah lima pasangan. Selain itu, antisipasi bila terjadinya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hitungannya, bila gugatan ke MK untuk satu gugatan itu memakan waktu 21 hari. Jika terjadi dua gugatan, maka membutuhkan waktu selama 42 hari. Kemudian, untuk Pilgubsu 2013 ini berbeda dengan Pilgubsu yang lalu, dimana untuk penetapan jumlah suara bagi pasangan yang menang sebesar 30 persen suara. Kalau tahun 2008 lalu, hanya 25 persen suara,” paparnya. (ari/ril)

Selasa, 07 Februari 2012

RE Nainggolan - Muhyan Intens Bahas Pilgubsu

Sabtu, 7 Januari 2012 | 11:41:58
MEDAN,sumutcbyer- Dua tokoh senior pemerintahan dan masing-masing mantan Sekdaprovsu, H Muhyan Tambuse dan RE Nainggolan disebut-sebut intens (kerap) membahas sekitar Pemilihan Gubsu dan Wagubsu (Pilgubsu) 2013. Kedua tokoh pamong ini terlihat wartawan sedang serius berdialoh sambil sarapan pagi bersama di salah satu warung soto di Medan . Pertemuan ini tampaknya cukup serius dan kabarnya cukup intens mereka lakukan. Di sini mereka berbicara hingga lebih 3 jam.

 Ketika dikonfirmasi wartawan yang langsung menyapa ketika dilihat kedua tokoh ini, Muhyan Tambuse yang juga mantan Kepala Biro Humas Pemprov Jambi dan juga dikenal sebagai Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Sumut menyatakan mereka hanya bernostalgia sembari membahas masalah-masalah dan perkembangan pemerintahan di Sumut.

 "Kami sekedar nostalgia dan diskusi tentang Sumut," ujar Muhyan. Saat ditanya wartawan apakah yang dibahas juga tentang rencana diantara mereka akan maju dalam Pilgubsu, baik RE Nainggolan maupun Muhyan Tambuse hanya tersenyum. "Kalau wartawan selalu aja mengaitkan ke politik," ujar RE yang mantan Bupati Taput dan mantan Kepala Badan Infokom Sumut ini.

 Hanya saja mereka mengaku tahun 2012 sudah pasti suhu politik akan tinggi karena menjelang Pilgubsu. Mereka berharap Sumut harus kondusif.Saat ditanya beberapa figur calon Gubsu yang sudah mulai muncul di masyarakat maupun baliho, mantan Sekda ini menyatakan sah-sah saja muncul tokoh dan justru lebih baik mereka memperkenalkan diri agar masyarakat lebih mengenal.

 Ditanya apakah mereke bersedia bila ditawarkan salah satu kandidat untuk wakil gubernur, Muhyan menimpali, "Saya melihat figur pemerintah banyak yang layak tampil termasuk RE Nainggolan," ungkapnya.

 Ditanya peluang Gatot (Plt Gubsu) menurut mereka peluang itu sama tergantung bagaimana cara semua kandidat mampu membangun komunikasi politik dengan semua pihak. H Muhyan Tambuse pernah menjadi Sekdaprov selama 6 tahun lebih bersama Gubsu HT Rizal Nurdin dan Rudolf Pardede. Masa Muhyan Tambuse membuat terobosan melakukan sosialisasi ke seluruh elemen Kabupaten dan Kota bersama KPU, Panwaslu tentang Pilgubsu langsung.

 Sedangkan RE Nainggolan memimpin Sekda lebih dua tahun menggantikan Muhyan Tambuse masa Gubsu H Syamsul Arifin dan masa itu banyak capaian keberhasilan diantaranya penilaian keuangan Pemprovsu Wajar dengan Pengecualian (WDP), pengelolaan keuangan terbaik di Indonesia dan berhasil bersama Gubsu H Syamsul Arifin menguasai Kaantor Gubsu dan hanya membayar Rp 1000 kepada Meneg BUMN yang diklaim lebih 15 tahun aset BUMN dan minta ganti rugi Rp 60 M. (sc/syam/mdn)

Kebudayaan : RE Nainggolan, Pelestari Opera Batak

Aufrida Wismi Warastri | Marcus Suprihadi | Jumat, 20 Januari 2012 | 10:58 WIB

MEDAN, KOMPAS.com- Pusat Latihan Opera Batak atau PLOt bakal menganugerahi mantan Sekretaris Daerah Sumatera Utara RE Nainggolan sebagai Ompu Pande Panggomgomi Tuan Paniroi Namangunghal Opera Batak.

RE Nainggolan dinilai berperan dalam upaya revitalisasi Opera Batak dengan membantu program revitalisasi saat yang bersangkutan masih menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara pada tahun 2002.

Sebelumnya, PLOt telah memberikan gelar khusus kepada dua Maestro Opera Batak, yakni: Alister Nainggolan dan Zulkaidah Harahap.  Alister Nainggolan mendapat gelar Ompu Datu Panggual Tuan Banner Namangunghal Opera Batak. Sedangkan Zulkaidah Harahap bergelar Nai Angkola Soripada Tuan Boru Siparungutungut Namangunghal Opera Batak.

Penganugerahan pada Alister dan Zulkaidah sudah dilaksanakan Sabtu pekan lalu. Sedangkan untuk RE Nainggolan, penggiat PLOt Thomson HS, Jumat (20/1/2012), mengatakan, pihaknya masih mencari waktu yang pas. Kemungkinan bulan Februari depan.

Sebelumnya, pada tahun 2007 Alister dan Zulkaidah juga telah menerima status maestro dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata dan dana hibah untuk membantu hidup mereka.
PLOt berdiri di Pematangsiantar sejak 2005 untuk meneruskan Program Revitalisasi Opera Batak yang dilakukan di Tarutung sejak 2002 oleh Asosiasi Tradisi Lisan atau ATL Jakarta.

Selasa, 10 Januari 2012

DR. R.E. Nainggolan, MM: Ciptakan Ketahanan Ekonomi Petani dan Pelaku UKM

Banyak hal yang pernah diungkapkan Dr. Drs. Rustam Effendy Nainggolan, MM saat bertemu dengan kontributor SWATT Online di Medan, James P. Pardede di berbagai kesempatan.

Dalam sebuah perbincangan di rumahnya di kawasan Jalan Beringin Medan, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara yang akrab disapa ”Pak R.E. Nainggolan” ini bercerita tentang keprihatinannya terhadap permasalahan infrastruktur di Sumatera Utara masih sangat jauh dari yang diharapkan.

Padahal, kata suami dari Linda Mariany Br Sihombing ini, infrastruktur adalah salah satu urat nadi perekonomian suatu daerah. Apabila akses jalan atau infrastruktur di salah satu daerah masih belum memadai, maka pertukaran uang dan roda perekonomian di kawasan itu akan berjalan sangat lambat.

Infrastruktur sampai hari ini masih terus dibahas secara konsisten dan menyeluruh di legislatif. Pemerintah pun sudah menetapkan infrastruktur sebagai prioritas utama di tahun 2012 ini. Berdasar pada data dan temuan di lapangan, masih terdapat beberapa daerah yang dukungan infrastrukturnya sangat minim untuk perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai negara kepulauan, sarana dan prasarana transportasi laut merupakan prioritas utama. Pengembangan infrastruktur pelabuhan laut yang terintegrasi dengan jalan dan bandar udara akan mendorong pertumbuhan sektor lainnya. Komitmen itu muncul apabila kita berpandangan bahwa laut bukanlah pemisah daratan tetapi justru penghubung antarsatu pulau dengan pulau lainnya.

Kemudian, infrastruktur jalan memegang peranan kunci dalam pengembangan ekonomi suatu wilayah. Kondisi jalan yang rusak, baik tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga jalan desa/kelurahan, bukan saja telah berdampak pada rendahnya pertumbuhan ekonomi di daerah. Namun, kondisi itu juga secara langsung menurunkan kesejahteraan dan taraf hidup penduduk yang tinggal di daerah. Distribusi barang dan jasa antar wilayah menjadi tidak lancar sehingga komoditas unggulan tidak dapat disaluran ke pusat-pusat pemasaran. Daya saing produk pertanian dan perkebunan menjadi lemah sehingga kerap kali tidak mampu bersaing dengan produk impor serupa dari negara lain.

Kondisi kerusakan jalan di Indonesia sungguh amat ironis apabila mempertimbangkan potensi sumber daya alam yang dapat dipergunakan untuk mendorong pembangunan jalan. Aspal Buton sebagai sumber daya alam asli Indonesia merupakan komponen utama yang dapat dipergunakan untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan diseluruh daerah.

Kurang kuatnya komitmen pemerintah untuk memanfaatkan produk nasional tersebut bagi pembangunan dan preservasi jalan baik ditingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga jalan di pedesaan, menyebabkan setiap tahun kita masih terus mengimpor aspal minyak dari negara lain. Konsekuensinya negara mengeluarkan devisa yang sangat besar untuk membiayai impor aspal minyak tersebut, sementara potensi sumber daya aspal alam nasional dibiarkan teronggok sia-sia.

Padahal, lanjutnya, pemanfaatan aspal yang dihasilkan dari dalam negeri sendiri untuk peningkatan kualitas infrastruktur jalan akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional dan daerah, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membuka lapangan kerja baru untuk masyarakat daerah.

”Jika ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya yang berada di daerah dan masih jauh dari jangkauan infrastruktur yang memadai, sekarang saatnya pemerintah berketetapan kuat untuk meningkatkan mutu dan kualitas setiap ruas jalan yang ada melalui program pembangunan dan preservasi jalan dengan menggunakan potensi sumber daya alam nasional. Indonesia harus membangun infrastruktur jalan secara mandiri dan lepas dari ketergantungan produk impor negara lain,” tandasnya.

Kemudahan dan Rasa Aman

Lantas, di kesempatan lain, ayah dari empat anak ini bercerita tentang usaha kecil menengah dan petani. Pemberdayaan petani dengan cara meningkatkan partisipasi dan kapasitas akan memampukan petani dalam mencari solusi atas masalah-masalah yang dihadapinya.

Memampukan petani dan meningkatkan partisipasinya dalam berbagai asepk menjadi faktor utama peningkatan kesejahteraan petani.

Sumbangsih R.E.Nainggolan untuk petani dan pelaku usaha kecil menengah adalah mendirikan Pusat Studi Ekonomi Rakyat Sumatera Utara (PUSERA) yang memiliki kegiatan memberikan pendampingan dan pendidikan terhadap petani serta pelaku usaha kecil dan menengah di Sumut.

Dalam hal meningkatkan partisipasi petani, kata Nainggolan, kekuatan pemerintah hanya berkisar 30-40 persen dan 60-70 persen bersumber dari kemampuan dan partisipasi petani. Kekuatan utama sebenarnya ada di petani. Dengan peningkatan kapasitas dan pengetahuan yang luas tentang pertanian maka kesejahteraan petani diharapkan dapat tercapai.

“Kapasitas dan pengetahuan ini dapat tercapai apabila pengorganisasian kelompok tani yang dimiliki juga kuat. Pemerintah dan swasta haruslah berperan aktif melakukan berbagai penelitian untuk meningkatkan hasil pertanian, seperti pencarian bibit-bibit unggul yang dapat lebih meningkatkan hasil pertanian,” tandasnya.

Di tahun 2012 ini, permasalahan kemiskinan harus menjadi prioritas, lanjutnya. Salah satu upayanya adalah dengan membenahi infrastruktur jalan dan jembatan di berbagai wilayah termasuk di daerah-daerah yang masih terisolasi. Kemudian, untuk pelaku usaha kecil dan menengah pemerintah perlu memberikan kemudahan dalam pengajuan bantuan modal. Kemajuan sebuah sektor usaha tak cukup hanya menciptakan rasa aman (kondusif) tapi juga memangkas aturan-aturan (birokrasi) yang memberatkan petani dan pelaku usaha kecil menengah.|SWATT Online